Category Kesehatan

Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dr. Naela Munawaroh, Sp. KFR

Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) oleh dr. Naela Munawaroh, Sp.KFR dengan tema “Nyeri Punggung” .

Kegiatan PKRS dilaksanakan setiap minggu kedua dan keempat setiap bulannya yang diadakan di ruang tunggu poliklinik RSUD dr. Loekmono Hadi. Materi disampaikan oleh dokter spesialis dan medis kesehatan lain yang berkompeten.

#PKRS
#PromosiKesehatanRumahSakit
#RumashSakitPilihanUtamaMasyarakat

 

Read More

BAGAIMANA CARA PEMILIHAN TAS RANSEL PADA ANAK

Oleh : dr. Abdul Hakam, M. Si Med, Sp. A

Pembebanan yang tidak sesuai dengan pola pertumbuhan tulang belakang dapat menyebabkan perubahan postur dan menyebabkan anak di remaja lebih beresiko cedera. Risiko cedera dan nyeri tulang belakang akibat penggunaan tas dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain jumlah beban dalam tas, waktu penggunaan, letak tas terhadap tubuh, ukuran dan bentuk beban, distribusi beban dalam tas, karakteristik fisik dan kondisi fisik anak.

Penggunaan tas ransel pada anak dianggap merupakan cara terbaik untuk memberikan beban secara simetris sehingga mengurangi pembebanan pada tulang belakang. Pemilihan tas ransel dengan dua tali bahu tentunya lebih baik ketimbang tas sandang / tas selempang. Karena pada tas sandang / tas selempang seluruh beban tas tersebut akan dipikul pada satu bahu saja. Belum ada batasan yang mutlak dan pasti mengenai standart berat tas yang diperbolehkan. Gabungan dari studi dan artikel-artikel yang ada selama ini menunjukkan variasi berat maksimal tas yang diperbolehkan berkisar antara 5-20% berat badan anak pada penggunaan tas ransel. Beban maksimal yang direkomendasikan oleh American Academy of Pediatrics 2007 dan American Occupational Therapy Association 2005 adalah 10-15% berat tubuh. Sementara pada penggunaan tas dengan 1 tali berat yang diperbolehkan hanya setengahnya saja.

Berikut adalah rekomendasi dari American Chiropractic Association mengenai pemilihan dan penggunaan tas ransel yang baik untuk anak dan dapat di anjurkan ke orang tua.

  • Bantulah anak untuk mengemas tasnya setiap hari, dan pastikan mereka tidak membawa beban lebih dari 10% berat badannya. Jadi jika berat anak 20 kg, maka beban yang dibawa tas ransel mereka sebaiknya tidak melebihi 2 kg.
  • Pilih ransel yang ukurannya sesuai...
Read More

SAYANGI GENDANG TELINGA ANDA

Oleh : dr. Afif Zjauhari Sp.THT-KL

Gendang telinga adalah salah alat pendengaran. Suara masuk liang telinga, menggetarkan gendang telinga, tulang pendengaran dan cairan dalam rumah siput. Getaran diubah menjadi impuls listrik melalui saraf diteruskan ke pusat pendengaran di otak, sehingga kita bisa mendengar dan mengerti apa yang kita dengar. Jika salah satu organ rusak seperti gendang telinga maka impuls tidak sampai otak maka dapat kurang pendengaran. Gendang telinga juga berfungsi sebagai perlindungan telinga tengah berupa sekat pelindung dari air, bakteri dan kotoran.

Pada kondisi tertentu membran timpani dapat mengalami robekan. Beberapa hal penyebabnya diantaranya: infeksi telinga tengah, barotrauma (trauma membran timpani akibat perubahan tekanan yang tinggi), trauma gendang telinga (mendorong kotoran telinga ketika membersihkan telinga sendiri,  binatang serangga yang masuk telinga), cedera kepala. Komplikasi dapat terjadi ketika robekan gendang telinga tidak tertangani dengan baik berupa penurunan pendengaran, telinga mudah terinfeksi.

Beberapa hal untuk menghindari robekan gendang telinga yaitu :

  1. Segera obati batuk pilek yang merupakan faktor resiko paling sering pecahnya gendang telinga pada anak-anak oleh karena antara hidung dan telinga terhubung saluran tuba eustakius
  2. Pengobatan segera jika terjadi infeksi telinga tengah yang gejalanya antara lain nyeri telinga, demam, batuk pilek, gangguan pendengaran, bisa disertai keluar cairan dari telinga.
  3. Saat pesawat lepas landas atau mendarat hindari peningkatan tekanan pada telinga tengah dengan cara membuka mulut atau mengunyah permen (gerakan mengunyah).
  4. Bila akan naik pesawat sedang flu atau riwayat alergi yang menimbulkan sumbatan hidung segera diobati dulu atau minta saran dokter THT untuk mempersiapkan k...

Read More

JANTUNG BERDEBAR PADA PENDERITA HIPERTIROID

Oleh : dr. Mudzakkir Djalal, Sp. PD

Tanya :

Ass, mau tanya Dok, saya punya penyakit hypertiroid, saya sudah minum obat dari dokter selama 6 bulan, tapi jantung saya masih berdebar begitu kencang dan keras terdengar di telinga saya, apa saya harus minum obat rutin lagi ? trims sebelumnya.

Jawab :

Kelenjar gondok yang terletak di leher, merupakan salah satu organ tubuh yang menghasilkan hormon tiroid, hormon ini dalam keadaan normal sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk berbagai kebutuhan metabolisme. Apabila kadar hormon berlebih, akan menyebabkan berbagai dampak pada organ tubuh yang sangat mencolok yaitu organ jantung.

Apabila anda berdebar merupakan salah satu manifestasi klinik hormon tiroid atau gondok dalam tubuh yang berlebih. Rasa berdebar yang selalu anda rasakan kemungkinan kadar hormon tiroid yang ada dalam tubuh anda melebihi batas normal. Oleh sebab itu, sebaiknya obat yang telah diberikan oleh dokter anda yang terdahulu diminum kembali. Apabila belum ada perkembangan sebaiknya anda memeriksakan diri kepada dokter anda. Atau periksakan diri anda ke Klinik Penyakit Dalam RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.

Read More

World Kidney Day

Hari Ginjal Sedunia minggu ke 2 Bulan Maret pada hari Kamis, tanggal 8 Maret 2018 di Ruang Hemodialisa RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus dengan agenda kegiatan Penyuluhan gizi pada hemodialisa dan Donor darah dari Palang Merah Indonesia Kabupaten Kudus.

 

 

 

 

 

 

 

Acara dibuka oleh dr. BUDI SUSANTO P, Sp.RM selaku Wakil Direktur Pelayanan, mewakili  Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi . Dilanjutkan sambutan dari ketua CLBK “ CARE LOVE BE HEALTY KIDNEY” Drs. Hudlori, dalam sambutannya baik Wakil Direktur Pelayanan maupun Ketua CLBK sangat mendukung kegiatan tersebut, karena sangat bermanfaat bagi pasien dan mayarakat umum.

 

 

 

 

 

Kegiatan penyuluhan gizi oleh ELLIF SUSIANI dengan tema Gizi untuk Pasien CKD “Chronic Kidney Disease”.

Kegiatan Donor Darah diikuti oleh Pegawai RSUD dr. Loekmono Hadi dan masyarakat umum.

 

 

 

 

Read More

AYO PERIKSA GIGI (JANGAN TAKUT)

Oleh : drg. Umi Imamah

Sakit gigi bukanlah penyakit yang asing di masyarakat Indonesia. Penyakit ini diderita oleh hamper semua jenjang usia mulai dari anak-anak sampai dengan lanjut usia, dengan variasi penyakit yang bermacam-macam. Menurut FDI, Indonesia digolongkan dalam Negara dengan indeks karies (gigi berlubang) tinggi bahkan di atas Malaysia dan Brunei. Dimana rata-rata penduduk Indonesia memiliki gigi berlubang di atas 3-5 gigi. Dari data ini dapat disimpulkan bahwa sesungguhnya perlu usaha yang cukup keras dari tenaga kesehatan bersama-sama dengan masyarakat untuk menurunkannya. Apalagi Kementerian Kesehatan telah mencanangkan Indonesia bebas gigi karies pada Tahun 2030. Sebetulnya hal ini dapat diatasi dengan pemeriksaan gigi yang teratur sesuai anjuran Dokter Gigi yaitu tiap 6 bulan sekali. Karena dengan periksa gigi secara rutin akan segera dideteksi adanya kelainan/penyakit sehingga akan segera dilakukan tindakan sesuai kebutuhan untuk mencegah keparahan.

Akan tetapi masalah yang sering dijumpai pada sebagian masyarakat ketika mendengar kata Dokter Gigi yang ada di pikiran adalah rasa linu, sakit, bur, suntik, kursi dan alat-alat yang mengerikan. Alasan lain juga muncul misalnya antrinya lama, dokternya kurang ramah atau bahkan alas an biaya (mahal). Dari semua alasan di atas yang paling banyak diakui pasien adalah takut, lebih spesifik lagi adalah takut sakit dan takut suntik. Rasa takut dirasakan betul pada anak-anak bahkan orang dewasa. Hal ini mungkin saja didapatkan ketika kecil sering ditakut-takuti (secara tidak sadar) oleh orang dewasa di lingkungannya, misal : “Awas ya jangan rewel nanti disuntik” atau “Jangan bandel ntar mama ajak ke Dokter Gigi biar dicabuttin gigimu” dan sebagainya...

Read More

GANGGUAN KECEMASAN

Oleh : dr. Agung Kadarman Stefanus, Sp.KJ

Perasaan kecemasan sering dialami oleh hampir semua manusia. Kecemasan pada dasarnya bukan merupakan gangguan. Kecemasan ini merupakan sinyal yang menyadarkan. Ia memperingatkan adanya bahaya yang mengancam, sehingga dalam banyak hal ia justru mampu meningkatkan kewaspadaan dan membuat tubuh bersiap melakukan suatu tindakan untuk mengatasi ancaman.

Kecemasan ini harus dibedakan dengan ketakutan. Keduanya sama-sama sinyal yang menyadarkan, tetapi rasa takut merupakan respon dari suatu ancaman yang asalnya diketahui, bersifat eksternal (dari luar), jelas dan bukan bersifat konflik. Kecemasan merupakan respon dari suatu ancaman yang sumbernya tidak diketahui, bersifat internal (dari dalam), samar-samar dan bersifat konflik.  Kecemasan mengacu pada antisipasi terhadap kekhawatiran akan masa depan (sesuatu yang belum tentu terjadi).

Kecemasan Menjadi Gangguan

Kecemasan merupakan hal yang normal terjadi pada setiap individu, reaksi umum terhadap stress kadang dengan disertai kemunculan kecemasan. Secara umum, kecemasan itu dikatakan menyimpang bila rasa cemas atau takut tidak proporsional atau berlebihan, sehingga individu tidak mampu meredam  (merepresi) rasa cemas tersebut, di mana kebanyakan orang akan mampu menanganinya tanpa adanya kesulitan yang berarti. Kecemasan ini berlangsung hampir setiap hari selama 6 bulan atau lebih dan menimbulkan gangguan pada individu untuk berfungsi secara  normal. Gangguan fungsi kehidupan sehari-hari ini  bermanifestasi dalam gejala penurunan kemampuan bekerja, hubungan sosial dan melakukan kegiatan rutin.

 Gejala Umum Gangguan Kecemasan

Setiap individu  mempunyai reaksi yang berbeda terhadap stres tergantung pada kondisi masing-masing individu. Beberapa gejala yang muncul tidak sama...

Read More

FAKTOR PENCETUS MIGREN

Oleh : dr. SUSATYO PRAMONO HADI, Sp. S

Migren sudah dikenal secara luas di kalangan masyarakat karena banyak yang sudah mengalaminya. Gejala khas : nyeri kepala berdenyut yang bersifat sesisi (separoh) dengan nyeri yang cukup mengganggu aktifitas sehari-hari. Migren bisa terjadi karena adanya gangguan pada pembuluh darah di dalam kepala, sehingga selain menimbulkan nyeri kepala bisa juga disertai dengan gejala lain seperti : mual, muntah, photophobia(takut cahaya) dan phonophobia (takut suara).

Karena serangan migren sering berulang-ulang, maka kita perlu mengenali pemicunya, antara lain :

  • Stress
  • Suara bising
  • Kelelahan
  • Hormonal
  • Gangguan tidur
  • Cuaca
  • Alkohol
  • Cahaya yang menyilaukan
  • Bau-bauan tertentu
  • Lapar

Dengan demikian, selain minum obat anti migren, kita perlu menghindari faktor pemicu migren diatas.

Read More

ERUPSI OBAT ALERGIK

 

Oleh : dr. Endang Soekmawati, Sp.KK

 

Merupakan reaksi alergi pada kulit atau kulit dan selaput lendir, yang disebabkan obat. Obat adalah zat yang dipakai untuk mendiagnosis, mencegah dan mengobati termasuk jamu dan herbal.

Erupsi obat alergik berkisar dari gejala ringan sampai berat / mengancam jiwa. Makin modern, makin banyak obat/jamu/herbal dikonsumsi manusia, maka kejadian erupsi obat alergik makin banyak terjadi.

Masyarakat perlu mewaspadai hal tersebut bila terdapat gejala-gejala sebagai berikut :

  1. Makulopapuler / morbiliformis: bercak/bintik merah menyebar
  2. Urtikaria / angioudem = bidur/kaligata

Bila disertai angioudem/pembengkakan harus diwaspadai terutama bila sekitar saluran nafas membengkak karena dapat terjadi sumbatan saluran nafas.

  1. Fixed Drug Eruption : Sekitar mulut, penis (kadang di bagian tubuh lain) kemerahan / lepuh / lecet / lonjong / bulat, terasa panas.
  2. Eritroderma : hampir seluruh kulit kemerahan kemudian akan disertai sisik.
  3. Purpura / vaskulitis : Bintik kemerahan tidak hilang pada penekanan pada vaskulitis teraba penonjolan di bintik tersebut.
  4. Fotoalergik : kulit kemerahan di area terpajan matahari.
  5. PEGA (Pustulosis Exantema Generalisata Akut) : bintik bernanah dalam jumlah banyak.
  6. Steven Johnson Syndrom

Gejala di kulit (merah, lepuh, lecet), di mata (merah, keluar cairan/kotoran) dan lubang tubuh (mulut, kemaluan, anus lepuh, lecet)

  1. Toxic epidermal Necrolysis : pengelupasan kulit secara luas.

Bila menemukan gejala-gejala tersebut setelah konsumsi obat/jamu/herbal, masyarakat dapat segera mencari pertolongan medis terdekat agar kejadian tidak memburuk. Terima kasih, semoga bermanfaat.

Read More

ANCAMAN KEBUTAAN PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS

Oleh : dr. Djoko Heru Santosa, Sp.M

Penderita DM (Diabetes Mellitus) makin lama bertambah banyak jumlahnya, di mana komplikasi dari DM bisa mengenai beberapa organ tubuh, antara lain : Mata, ginjal, jantung, syaraf.

Pada penderita DM yang tidak terkontrol kadar gulanya makin mudah mengalami komplikasi pada mata, antara lain :

  1. Retinopati DM :

Pada penderita DM yang pertama mengalami gangguan adalah pembuluh darah kapiler (mikro angiopati). Dimana pembuluh darah tersebut mengalami penyempitan, sehingga nutrisi ke jaringan syaraf mata (Retina) akan terganggu, dan akhirnya fungsi penglihatannya akan menurun. Dan dapat berakhir menjadi kebutaan.

  1. Glucoma Neovasculer :

Pada penderita DM yang sudah lama (Kronis) dengan kadar gula darah yang tidak stabil, maka akan mudah terbentuk pembuluh darah baru (Neovaskuler) pada jaringan iris. Akibatnya aliran cairan di dalam bola mata akan terganggu, Akhirnya mata terasa kemeng, cekot – cekot, penglihatan kabur dan terjadi kebutaan.

  1. Katarak :

Pada penderita DM (Diabetes Mellitus) akan mempercepat proses terjadinya katarak. Dengan adanya katarak maka penderita akan mengalami penurunan tajam penglihatan (Kabur). Yang apabila tidak segera dilakukan tindakan operasi katarak akan berakhir dengan kebutaan.

  1. Perubahan Refraksi Sementara :

Pada penderita DM yang masih stadium awal, dengan adanya kenaikan kadar glucosa yang tinggi ( lebih 400 mg % ) maka akan mempengaruhi indek refraksi. Sehingga penderita akan mengalami gangguan penglihatan secara mendadak. Tetapi tidak disertai rasa sakit. Hal ini bisa di atasi dengan pemakaian / koreksi kaca mata bila kadar gulanya sudah kembali turun (normal) maka penderita dapat melihat jelas kembali tanpa kaca mata.

KESIMPULAN : Untuk menghindari adanya ancaman kebutaan pada penderita DM maka dianj...

Read More