Cari Dokter

CLBK Unit Hemodialisa

CLBK Unit Hemodialisa

 

Sekilas Unit Hemodialisa RSUD dr. Loekmono Hadi

Unit Hemodialisa RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus berdiri pada tanggal 23 November 2015. Pada awal berdirinya Unit Hemodialisa melayani penderita gagal ginjal kronik dengan memberikan pelayanan 5 mesin dan 5 bed. Kemudian seiring berjalannya waktu mesin dan bed bertambah menjadi 10 unit. Rencana jangka panjang unit Hemodialisa RSUD dr. Loekmono Hadi dapat melayani pasien dengan gagal ginjal kronik dengan jumlah 30 mesin dan 30 bed, serta pelayanan pasien gagal ginjal kronik dengan komplikasi infeksi (hepatitis b).

Definisi

Hemodialisa adalah proses pembersihan darah oleh akumulasi sampah buangan. Hemodialisis digunakan bagi pasien dengan tahap akhir gagal ginjal atau pasien berpenyakit akut yang membutuhkan dialysis waktu singkat (DR. Nursalam M. Nurs, 2006).

Family Gathering CLBK (Care, Love and Be Healthy Kidney)

Klub ini merupakan inovasi terbaru di Unit Hemodialisa RSUD dr. Loekmono Hadi. Klub ini terbentuk karena antusias pasien serta rasa kekeluargaan yang besar antara petugas dan pasien hemodialisa di RSUD dr. Loekmono Hadi. Klub CLBK (Care, Love and Be Healthy Kidney), memiliki beberapa program kerja untuk meningkatkan pelayanan di unit Hemodialisa diantaranya metode pelayanan jemput bola, kecepatan pemberian informasi, pelayanan hemodialisa duduk, pelayanan hemodialisa bertumpu pada kekeluargaan (family gathering), kelompok senam ginjal-ginjal dan pendidikan kesehatan berkala.

Dampak Inovasi

Manfaat yang didapat oleh pasien dan keluarga pasien dengan adanya Family Gathering CLBK ini meliputi :

  1. Pasien mendapatkan pelayanan yang profesional dan memuaskan.
  2. Pasien dan keluarga merasa dilibatkan secara langsung dalam perawatan pasien secara mandiri.
  3. Hubungan yang baik antara pasien keluarga pasien dan petugas hemodialisa.

Produk Layanan di Unit Hemodialisa RSUD dr. Loekmono Hadi melayani pasien dengan pembayaran umum, dengan jaminan kesehatan seperti BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, serta jamkesda (pasien rawat inap).

  • HD RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus berinovasi dengan membentuk sebuah gathering dengan nama CLBK (Care, Love and Be Healthy Kidney).
  • Tujuan :

– Fasilitas pasien dan keluarga pasien dan petugas HD lebih dekat dan memiliki rasa kekeluargaan.

– Pasien saling bertemu dan kenal dengan rekan lainnya dengan jadwal HD berbeda.

– Meminimalisir ketakutan pasien dengan tindakan hemodialisa.

Pelaksanaan dan Penerapan

  1. Gathering diadakan 3 bulan sekali di Unit Hemodialisa
  2. Kegiatan berupa senam
  3. Pemberian informasi dan edukasi oleh dokter dan perawat profesional.
  4. Penjemputan pasien dalam keadaan emergency.
  5. Teknologi dan informasi digunakan untuk efisiensi dan kelancaran pelaksanaan dengan menggunakan sarana komunikasi antar anggota dalam group CLBK dalam group  (WA) maupun via sms call center HD 081215805788.

Gathering CLBK di Unit HD RSUD dr. Loekmono Hadi memberikan kontribusi positif, antara lain :

  1. Keterlibatan langsung pasien dan keluarga pasien dalam gathering CLBK dapat mendukung secara aktif dalam pelayanan hemodialisa, keterlibatan keluarga dapat memberikan support untuk patuh terhadap diit dan terpi hemodilisa yang telah terjadwal.
  2. Menurunnya ketidakpatuhan terhadap jadwal terapi hemodialisa.
    ( November 2015 – April 2016 -> 88% ) – ( Mei 2016 – Oktober 2016 ) -> 12%
  3.  Tercapainya pelayanan pasien Hemodialisa secara komprehensif.

Dampak Sebelum dan Sesudah

SEBELUM :

  • Kekeluargaan kurang mendukung dan memahami tentang pasien CKD dengan terapi HD.
  • Terdapat 88% pasien tidak patuh terhadap jadwal yang telah ditetapkan.
  • Tindakan HD menjadi menyeramkan karena dilakukan dengan mesin, yang orang awam kurang paham dengan mesin tersebut.

SESUDAH :

  • Setelah diskusi dengan petugas HD, keluarga lebih mendukung dan paham cara merawat pasien CKD dengan terapi HD.
  • Angka ketidakpatuhan menurun secara signifikan menjadi 12%.
  • Setalah dijelaskan tentang proses kerja mesin HD, pasien dan keluarga paham dan tidak menjadikan HD sebagai hal yang menakutkan.